Menyelam di lintasan dua arus tradisi akademik
Tanggal 18 Desember 2021 adalah pertama kalinya saya tiba di Wakatobi untuk memulai riset sosial tentang perubahan mata pencaharian masyarakat Wakatobi akibat pengembangan pariwisata. Saat itu saya turun lapangan dengan penuh ketidakpastian. Beberapa hal yang membuat saya khawatir, pertama; saya belum pernah ke Wakatobi, kedua; topik pariwisata dan penghidupan adalah topik yang baru bagi saya, ketiga; antropologi adalah disiplin ilmu yang tidak saya kuasai, dan keempat; ini yang paling membuat saya khawatir adalah saya tidak punya pengalaman melakukan riset etnografi. Segala kekhawatiran itulah yang menemani saya memulai melangkah di Wakatobi. Saat tiba di Wakatobi, saya masuk ke dalam mobil seorang yang diminta untuk menjemput saya, sapaan pertama sambil dia menutup pintu mobilnya, dia bilang begini: “ Bang, kita datang ketempat yang bagus sekali untuk menyelam .” Iya, Wakatobi memang dikenal sebagai salah satu tempat menyelam yang bagus karena kekayaan biota lautnya. Kawan itu tidak ...