Refleksi Anosel atas Opini lewat Carousel IG
foto opini carousel Selama ini saya berpikir bahwa menulis opini itu, ya, di koran. Tapi 1 Agustus lalu saya mencoba keluar dari pakem berpikir itu: menulis opini lewat carousel di Instagram pribadi. Bisa dilihat disini Opini melalui carousel di Instagram bukan hal baru, tapi baru bagi saya. Dalam waktu 72 jam, opini carousel itu sudah menembus 8.418 views, 40 repost dan 26 save. Ini jauh melebihi perkiraan saya. Namun, angka ini bukan hal utama dan kurang menarik. Tapi pengalaman pribadi itu malah bikin saya kepikiran ini: kampus kita beberapa kali menampilkan publikasi dosen-dosennya di media sosial. Ini harus dilakukan. Tapi bagi saya, postingan itu baru sekadar merayakan publikasi dengan ucapan selamat, pemajangan foto penulis, judul artikel, nama jurnal, dan pastinya, logo Scopus. Sayangnya, isi penelitiannya kurang jelas. Apa ide utamanya? Mengapa penemuan itu penting bagi masyarakat? Barangkali kita perlu bergeser sedikit dari "merayakan pengetahuan" ke "menye...